Baya, seekor buaya jantan tengah diam di pinggir sungai. Kekasihnya Yuri, buaya betina baru saja mati seminggu yang lalu karena sakit. Sejak hari itu, Baya sering murung dan tidak nafsu makan. “Ayah, makan dulu yuk. Lihat, aku berhasil menangkap seekor bebek jantan hari ini,” ucap Yaya anak perempuannya. “Ayah tidak lapar nak, kamu saja makan berdua dengan kakakmu.” “Ayah, kata kak Budi ayah harus makan. Aku hari ini berhasil berburu sendiri loh ayah. Ini hasil tangkapan pertamaku, ayo makan ayah.” Baya terpaksa mengikuti anaknya. Lagipula tidak ada salahnya menghibur sang anak. Padahal Baya masih memiliki sepasang anak jantan dan betina. Namun bayangkan istrinya Yuri masih sangat membekas di ingatan Baya. “Ayah, aku dan Yaya sudah berpikir. Kami berdua ikhlas apabila ayah hendak menikah lagi. Kami hanya ingin ayah bahagia.” Baya tersenyum sambil memamerkan giginya yang tajam. “Anakku Budi dan Yaya, seekor buaya adalah hewan yang setia nak. Kita sebagai kaum buaya, hanya boleh me...