Pernahkah kamu mendengar istilah beban keluarga? Sekilas saja kita membaca kalimat tersebut, terngiang di kepala kita akan sesuatu yang buruk. Beban keluarga adalah sebuah istilah yang muncul untuk mendeskripsikan seseorang yang sudah memasuki usia dewasa, namun masih menjadi tanggungan keluarganya. Bisa diibaratkan seseorang yang sudah selesai menimba ilmu di perguruan tinggi, namun tetap menjadi seorang pengangguran alias tidak bekerja. Kondisi tidak bekerja inilah yang menyebabkan seseorang tersebut dibilang sebagai beban keluarga karena semua kebutuhannya masih disupport oleh orang lain.
Masa setelah selesai sekolah atau selesai kuliah adalah masa-masa yang berat. Karena tidak semua orang bisa cepat mendapatkan pekerjaan. Ada orang yang memang bisa cepat mendapat kerja, namun ada beberapa orang yang harus menunggu. Dianggap sebagai beban tentu saja sangat tidak menyenangkan. Kita bisa menjadi depresi, menyalahkan diri sendiri, dan dicap sebagai orang yang gagal karena sering dianggap sebagai beban keluarga. Padahal setiap anak adalah anugerah, dan setiap orang memiliki jalan hidupnya masing-masing.
Seorang pengangguran yang kerjaannya hanya tiduran di kamar. Bangun siang sambil melihat sosial media, membuat orang rumah menjadi kesal. Sebab meski sudah lama berkuliah, justru malah diam saja di rumah. Lama kelamaan kamu menjadi tidak percaya diri dan kehilangan semangat hidup. Sementara teman-temanmu yang lain sudah melangkah jauh.
Berikut adalah beberapa tips dari saya agar kamu yang masih menganggur tidak dianggap sebagai beban keluarga.
1. Mengerjakan Pekerjaan Rumah
Meskipun kita masih belum mendapatkan pekerjaan, cobalah untuk membantu pekerjaan rumah. Seperti mencuci piring, mencuci baju, menyapu, atau memasak. Aktivitas sederhana seperti itu bisa membuat kamu lebih sadar bahwa masih ada banyak hal yang bisa kamu lakukan. Setidaknya ini bisa membuat kamu merasa lebih sehat secara fisik dan pikiran.
2. Mencoba Mengembangkan Hobi
Hobi adalah kegiatan yang dikerjakan karena perasaan suka dan dilakukan terus menerus. Cobalah untuk mengembangkan hobimu sedikit demi sedikit. Mungkin dari sana kamu bisa mendapatkan pekerjaan yang selama ini kamu impikan.
3. Mencoba Mengerjakan Pekerjaan Apapun Meskipun Kelihatan Remeh.
Sebenernya pekerjaan itu banyak peluangnya asalkan kamu mau mengesampingkan gengsi. Cobalah untuk menerima peluang pekerjaan yang sederhana. Seperti mengantar makanan, mengajar les, membersihkan rumah tetangga, menjaga anak dan lainnya. Meskipun awalnya kamu terpaksa, namun ini lebih baik daripada kamu hanya berdiam diri.
Sebenarnya pengangguran yang dianggap sebagai beban keluarga tidak sepenuhnya salah. Bisa jadi dia menganggur karena dia dipaksa untuk berkuliah di jurusan yang sebenarnya dia tidak sukai. Namun terpaksa demi menyenangkan hati orangtua, dia rela melakukannya meski dengan setengah hati. Tingginya ekspektasi orangtua agar kita cepat menjadi orang sukses justru membuat sang anak terbebani. Akibatnya bukannya mencapai prestasi, sang anak justru sering menyalahkan diri sendiri hanya karena beberapa kali menghadapi kegagalan.
Cobalah untuk lebih mengenali dirimu. Sadarilah bahwa setiap orang pernah mengalami kegagalan dalam hidupnya. Niatkan diri untuk melakukan perubahan pada hidupmu meskipun hanya sedikit setiap harinya. Tentukan jalan hidupmu sendiri dan tanamkan rasa percaya diri bahwa kamu pasti bisa melewati masalah ini.

Comments
Post a Comment