Dunia internet kini menjadi salah satu bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia. Dengan adanya internet, kita bisa berinteraksi dengan semua orang di seluruh dunia. Batasan jarak dan waktu antar negara terpatahkan dengan adanya teknologi internet ini. Internet juga memudahkan kita untuk mencari berbagai informasi dan bahkan dari internet memunculkan berbagai pekerjaan baru masa kini, seperti content creator.
Konten (bahasa Inggris: content) adalah informasi yang tersedia melalui media atau produk elektronik. Istilah ini umumnya merujuk pada isi dari status Facebook, Instagram, Twitter, Tiktok, Youtube, dan berbagai platform media sosial lainnya. Informasi konten dapat berupa foto, video, artikel, game, dan sebagainya. Sedangkan konten kreator adalah seseorang yang berprofesi sebagai pembuat konten tersebut. Di masa kini, menjadi konten kreator adalah hal yang disukai dan diminati oleh banyak orang karena bisa bebas membuat konten di mana saja dan kapan saja. Konten yang dibuat tergantung dari minat sang konten kreator itu sendiri. Misalnya ada konten masakan, tulisan, pengembangan diri, film, bisnis, olahraga, berkebun dan berbagai macam konten lainnya yang tidak bisa kita jabarkan satu persatu, sebab cakupan konten itu sangatlah luas.
Sayangnya di internet, kita tidak hanya bisa mencari informasi positif. Informasi negatif dan konten negatif di internet juga sangat banyak, sehingga butuh kebijakan pengguna untuk bisa memilah dan memilih konten-konten apa yang baik bagi pengguna tersebut. Salah satu konten negatif yang ada di internet adalah berita Hoax (palsu). Berita Hoax yang ada di internet bisa membuat gempar banyak orang, menggangu psikis, dan merugikan orang lain. Apalagi apabila seseorang sengaja menyebarluaskan berita yang belum tentu benar tersebut, maka bisa membuat celaka banyak orang.
Ada beberapa cara yang dapat dilakukan guna melawan paparan konten negatif internet. Pertama, kritis terhadap informasi yang berarti mengkritisi dan menganalisis pada konten yang ada. Kedua, pentingnya pendidikan media berupa memahami jenis konten, kabar bohong (hoaks), dan terampil memverifikasi informasi. Ketiga, memilih sumber tepercaya dalam mengakses informasi. Keempat, memahami preferensi pribadi dan dampak emosional terhadap konten.
Untuk konten kreator, hendaknya berpikir ulang tentang dampak konten yang dia buat bagi orang lain. Sebab di internet semua orang bisa bebas menggali informasi tanpa mengenal batasan usia dan waktu. Misalnya anak-anak. Usia anak-anak adalah saat tengah besarnya rasa ingin tahu. Apabila seorang anak mengakses sendiri internet tanpa pengawasan orangtua, maka bisa kemungkinan besar dia bisa mengakses konten-konten negatif yang dapat berpengaruh terhadap cara berpikir dan bersikap.
Konten kreator yang baik dan bagus adalah seorang konten kreator yang senantiasa memikirkan dampak konten yang dia buat bagi orang lain. Melawan konten negatif bukan hanya dari sekadar membatasi. Namun kita bisa melawannya dengan memperbanyak konten positif yang ada. Sebarkan dan pahami informasi yang baik demi kebaikan kita bersama.
.jpeg)
Comments
Post a Comment