Skip to main content

Cerpen: Kisah Buaya

 

Baya, seekor buaya jantan tengah diam di pinggir sungai. Kekasihnya Yuri, buaya betina baru saja mati seminggu yang lalu karena sakit. Sejak hari itu, Baya sering murung dan tidak nafsu makan.

“Ayah, makan dulu yuk. Lihat, aku berhasil menangkap seekor bebek jantan hari ini,” ucap Yaya anak perempuannya.

“Ayah tidak lapar nak, kamu saja makan berdua dengan kakakmu.”

“Ayah, kata kak Budi ayah harus makan. Aku hari ini berhasil berburu sendiri loh ayah. Ini hasil tangkapan pertamaku, ayo makan ayah.”

Baya terpaksa mengikuti anaknya. Lagipula tidak ada salahnya menghibur sang anak. Padahal Baya masih memiliki sepasang anak jantan dan betina. Namun bayangkan istrinya Yuri masih sangat membekas di ingatan Baya.

“Ayah, aku dan Yaya sudah berpikir. Kami berdua ikhlas apabila ayah hendak menikah lagi. Kami hanya ingin ayah bahagia.”

Baya tersenyum sambil memamerkan giginya yang tajam. “Anakku Budi dan Yaya, seekor buaya adalah hewan yang setia nak. Kita sebagai kaum buaya, hanya boleh menikah sekali seumur hidup.”

“Kenapa ayah?” tanya Budi dan Yaya bersamaan.

“Dulu leluhur para buaya, sering sekali menasihati kita. Pernikahan dan setia pada pasangan adalah keharusan. Apabila pasangan kita mati, maka janganlah kita mencari gantinya. Sebagai tanda cinta. Apalagi ayahmu ini sudah berumur dan beranak. Ayah tidak berhak lagi mencari ganti lain selain ibumu.”

“Tapi ayah, pak Tiki, si kelinci bisa tuh. Lihat saja. Katanya Minggu depan pak Tiki akan menikah dengan istrinya yang ke 30. Kenapa kita tidak ayah?” tanya Budi

“Kelinci dan kita berbeda sayang. Kita harus bangga menjadi hewan setia,” seru pak Baya

Tiba-tiba Tiki, si kelinci yang tidak senang mendengar hal itu keluar dari balik pohon.

“Hai pak Baya. Aku tidak sependapat denganmu. Siapa bilang buaya adalah hewan yang setia.”

“Pak Tiki apa maksudmu? Bukankah kamu tahu juga bahwa memang sejarah kami para buaya seperti itu. Memangnya kamu pernah melihat buaya yang menikah lagi setelah istrinya pergi.”

“Pernah kok.”

“Bohong kau pasti bohong.”

“Tidak aku bukan penipu. Kalau kamu tidak percaya ayo ikuti aku. Akan aku tunjukkan padamu bahwa ada buaya yang tidak setia di dunia ini.”

Pak Baya sebenarnya kesal dengan tingkah pak Tiki. Namun dia juga penasaran. Memangnya ada buaya yang berani tidak setia. Kurang ajar. Bisa-bisanya dia melanggar sumpah dan ajaran para leluhur. Pak Baya, Yaya, dan Budi mengikuti pak Tiki. Pak Baya juga siap untuk melampiaskan amarah kepada buaya yang tidak setia itu.

“Dasar buaya darat. Bisa-bisanya kamu selingkuh. Memang apa kurangnya aku!”

“Pakai tanya lagi. Kamu ini sudah tua. Kamu bahkan tidak bisa memberikan aku keturunan. Buat apa aku tetap bersamamu.”

“Kita bisa adopsi anak sayang.”

“Apa kamu bilang adopsi? Lupakan saja. Kamu bisa cari laki-laki lain selain aku.”

“Dasar buaya. Lelaki kurang ajar.”

Pak Baya, Yaya, Budi dan Pak Tiki yang diam di pinggir sungai terdiam. Dari balik semak-semak mereka berdua melihat pertikaian sengit itu. Pak Baya sedih melihat sang wanita begitu terpukul. Sementara sang pria keluar dengan membawa seluruh barang bawaannya.

“Benar yang aku bilang bukan? Tidak semua buaya itu setia. Jadi kumohon jangan menghina kaum kelinci. Sudah ya aku pergi dulu.” Tiki si kelinci pun meninggalkan mereka.

“Anakku Budi dan Yaya. Dua orang bertengkar tadi bukan buaya. Mereka manusia. Para manusia memang kadang seperti itu. Hanya karena satu masalah pada pasangannya, lantas pergi begitu saja. Bukannya mencari jalan keluar. Memang tidak semua manusia, tetapi kebanyakan seperti itu.”

“Ayah kenapa wanita bilang lelaki itu sebagai buaya darat. Aku tidak terima ayah. Kita ini hewan yang setia.” Budi menjadi naik pitam mendengar ejekan manusia itu.

“Anggap saja mereka itu bodoh atau belum tahu kak. Sudahlah ayo kak Budi, ayah kita pulang saja,” ajak Yaya. Ketiga buaya itu pulang ke rumahnya sambil sesekali berpikir. Apakah manusia itu memang makhluk yang bodoh.


Comments

Popular posts from this blog

Menyikapi Masa Kecil dan Dewasa Lewat Anime Minky Momo

  Love love Minky Momo, cobalah kau dengarkan Love love Minky Momo, yang ada di hatiku Ratu penyihir (penyihir) Dengan rasa berdebar Ada yang menunggu (menunggu) Di seberang jalan itu Berputarlah waktu (berputar) Kisah cerita mimpi Bertemu denganku (bertemu) Aku yang bagaimana Ingin menjadi apa setelah dewasa Ingin menjadi apa tak terbayangkan... Dreaming semoga mimpimu menjadi nyata Love Love Minky Momo Cobalah kau dengarkan Love Love Minky Momo Yang ada di hatiku Gimana? Kalau kamu membaca tulisan tersebut sambil bernyanyi maka kemungkinan besar kamu sudah tua. Magical Princess Minky Momo atau Minky Momo adalah anime Jepang yang bercerita mengenai seorang gadis yang memiliki kemampuan untuk berubah wujud menjadi orang dewasa dengan menggunakan kekuatan sihir. Di Indonesia Minky Momo pernah tayang di stasiun televisi Spacetoon yang sayangnya sekarang sudah berhenti mengudara. Sedikit sinopsis tentang cerita anime ini. Minky Momo adalah putri dari negeri Fenarinarsa, negeri impia...

Pintu Masa Lalu

  Jujur aku kagum dengan kemajuan ilmu pengetahuan yang ditemukan oleh para manusia. Dulu kita harus menggunakan kuda untuk bepergian hingga akhirnya mobil ditemukan. Manusia bermimpi untuk terbang seperti burung, hingga terciptalah pesawat sehingga manusia bisa pergi mengelilingi berbagai belahan dunia. Bahkan sekarang manusia menciptakan sistem sehingga bisa berhubungan jarak jauh, berbagi ilmu dan informasi secara cepat, melalui internet yang bisa dibilang di zaman dulu adalah sebuah kemustahilan. Sesuatu yang awalnya tidak masuk akal, tetapi kini telah menjadi kenyataan. Ada satu penemuan yang masih belum bisa dijangkau oleh nalar manusia. Yakni penemuan untuk bisa menjelajah waktu. Hebat bukan kalau kita bisa melompati lintasan waktu. Menyaksikan peristiwa sejarah secara langsung. Melihat kemajuan teknologi di masa mendatang. Tetapi hal ini masih sangat sulit untuk dilakukan. Kalau seandainya aku bisa memilih, maka aku berharap suatu saat akan ada pintu ajaib untuk bisa perg...

Review Buku: Seorang Wanita yang Ingin Menjadi Pohon Semangka di Kehidupan Berikutnya

  Judul buku : Seorang Wanita yang Ingin Menjadi Pohon Semangka di Kehidupan Berikutnya Penulis : dr. Andreas Kurniawan, Sp.K Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Cetakan Pertama : Februari 2025 Tebal halaman : 205 halaman Sinopsis buku Jawab dengan cepat. Seandainya terlahir kembali di kehidupan berikutnya, kamu ingin menjadi apa? Berikut beberapa jawaban unik yang pernah kudengar baik dalam ruang praktik maupun ketika ngobrol santai dengan teman-teman: ”Aku ingin menjadi ubur-ubur, melayang bebas tanpa tekanan atasan dan ekspektasi sosial.” “Aku ingin menjadi pohon pinus, karena tinggi dan keren.” “Aku ingin menjadi ikan mas koki. Katanya memorinya Cuma bertahan lima detik, jadi aku tidak akan overthinking.” Suatu hari, seorang pasien perempuan mengatakan bahwa ia ingin terlahir kembali menjadi bunga matahari. Terdengar sangat indah, ya? Tapi, di sesi berikutnya, dia merevisi pendapatnya. “Aku ingin menjadi pohon semangka di kehidupan berikutnya.” Kehidupan seperti apa yang dia...