“Mbek...” seekor anak kambing bernama kameng menolak dikasih makan oleh pak Agus, pemilik mereka. Di musim idul adha, kambing-kambing pak Agus laku keras. Satu demi satu kambing-kambing di sana pergi dengan riang gembira. Namun, kameng sering ketakutan dan selalu bersembunyi ketika ada orang asing mengunjungi kandang mereka.
“Kameng kenapa kamu begitu? Belakangan ini aku lihat kamu sedikit sekali makan. Setiap ada pengunjung, kamu selalu bersembunyi,” ujar Dompu salah satu kambing senior di sana.
“Aku takut kak Dompu. Setelah dibeli, kita akan dipotong dan dimakan oleh manusia. Aku masih belum mau mati. Masih banyak jenis rumput yang belum aku makan. Masih ada lapangan yang belum aku jelajahi. Aku... Masih ingin bermain.”
“Kameng, kamu tidak perlu ketakutan begitu. Seharusnya kamu bangga kalau seandainya terpilih menjadi hewan qurban bagi manusia.”
“Terpilih? Kita akan dipotong kak. Untuk apa aku makan banyak dan jadi gemuk kalau nanti hanya akan berakhir di panci,” keluh kameng kepada Dompu.
“Kameng, kamu masih ingat kisah nabi Ibrahim dan anaknya nabi Ismail? Dulu, nabi Ibrahim rela untuk mengorbankan anak kesayangannya nabi Ismail demi menjalankan perintah Allah SWT. Mereka saling menyayangi namun rela melakukan perintah kurban. Allah pun berbaik hati dan menggantikan posisi nabi Ismail dengan seekor domba," jelas Dompu
“Lalu maknanya?” tanya Kameng lagi
“Demi menjalankan perintah dari Allah SWT, kita harus rela berkorban. Lagipula, sebagai hewan qurban kita ini memperoleh suatu kedudukan yang istimewa.”
“Kedudukan seperti apa kak Dompu?” tanya kameng
“Sebagai hewan qurban, daging kita berguna bagi para manusia. Kita juga bisa mendapatkan pahala dan mendapatkan keridaan dari Allah SWT.”
وَلِكُلِّ اُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنْسَكًا لِّيَذْكُرُوا اسْمَ اللّٰهِ عَلٰى مَا رَزَقَهُمْ مِّنْۢ بَهِيْمَةِ الْاَنْعَامِۗ فَاِلٰهُكُمْ اِلٰهٌ وَّاحِدٌ فَلَهٗٓ اَسْلِمُوْاۗ وَبَشِّرِ الْمُخْبِتِيْنَۙ
Artinya: Bagi setiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban) agar mereka menyebut nama Allah atas binatang ternak yang dianugerahkan-Nya kepada mereka. Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa. Maka, berserah dirilah kepada-Nya. Sampaikanlah (Nabi Muhammad) kabar gembira kepada orang-orang yang rendah hati lagi taat (kepada Allah). (Q.S Al Hijj ayat 34)
“Wah, ternyata berqurban itu memiliki banyak manfaat. Bukan hanya bagi manusia tetapi bagi hewan juga seperti kita.”
“Nah begitu Kameng, jangan ketakutan lagi. Kita harus bersyukur menjadi salah satu hewan yang layak untuk ibadah qurban.”
Pak Agus mendekati kandang dan mengambil Dompu untuk keluar. Di sebelah pak Agus, seorang bapak melihat Dompu dan kemudian membelinya.
“Aku duluan ya Kameng. Semoga kamu juga segera terpilih,” ucap Dompu dengan senyuman. Kameng pun membalas senyum Dompu dan berharap segera dipilih oleh manusia untuk menjadi hewan qurban miliknya.
.jpeg)
Comments
Post a Comment