Judul buku: Animal Farm (Indonesian Edition)
Penulis: George Orwell
Penerjemah: M. Dhanil Herdiman dan Laila Qadria
Penerbit: Immortal Publishing
Cetakan kedelapan : Desember 2025
Tebal halaman: 166 halaman
Sinopsis buku
Bagaimana jadinya jika sekelompok hewan dalam peternakan perlahan mulai menguasai wilayah dan bahkan mencoba menjadi pemimpin yang lebih baik dari manusia itu sendiri?
Animal farm adalah sebuah novel yang menceritakan tentang hewan-hewan di Peternakan Manor milik Tuan Jones. Di peternakan tersebut terdapat seekor babi yang dijuluki Mayor Tua, yang mana adalah pemenang sayembara ternak, berandai-andai tentang kebebasan.
Dia mengumpulkan hewan-hewan di peternakan untuk rapat internal. Dalam rapat itu, dia menceritakan tentang mimpinya, bahwa suatu hari nanti akan datang hari dimana para hewan bisa terbebas, hidup dengan damai tanpa membutuhkan campur tangan manusia.
Mayor tua juga menceritakan tentang posisinya di peternakan itu, apabila dia mati nanti, maka dua babi yang ada disana akan menggantikan posisinya sebagai pemimpin. Dua babi yang dimaksud adalah Snowball dan Napoleon.
Hari kematian Mayor Tua tiba, dan akhirnya Napoleon dan Snowball mulai menggantikan dan membentuk kepemimpinan seperti yang diharapkan oleh Mayor Tua. Pada suatu pagi, Tuan Jones yang terlambat bangun dan belum mengurus para hewan-hewan ternaknya itu membuat hewan di peternakan marah.
Mereka memutuskan untuk mengambil makanan sendiri di gudang penyimpanan makanan. Mengetahui ini, Tuan Jones marah namun perlawanan tak terduga muncul dari para hewan yang bekerja sama mengusir Tuan Jones dari peternakan.
Sejumlah perlawanan ketat dari hewan ternak, membuat Tuan Jones yang bahkan membawa para peternak lain kewalahan dan memilih menyerah. Hewan-hewan ini akhirnya bisa mencapai keinginan mereka dengan kehidupan yang bebas tanpa Tuan Jones dan manusia lain. Tetapi apakah keputusan mereka untuk mengelola sendiri peternakan adalah hal yang terbaik?
Review Buku
Pentingnya pendidikan, adalah satu kalimat yang terlintas setelah saya membaca buku ini. Di awal kepemimpinan peternakan binatang, semua berjalan dengan damai dan tenang. Tujuh Perintah telah mereka tetapkan sebagai dasar yang harus dipatuhi oleh setiap hewan. Namun pada kenyataannya, satu persatu Perintah itu diubah demi kepentingan sekelompok hewan yang merasa lebih pintar dan lebih unggul untuk diri mereka sendiri. Peternakan memang makmur, tetapi hanya sebagian orang yang menikmati hasilnya. Sementara sebagian yang lain justru merasa bahwa sepertinya zaman sebelum pemberontakan bersama tuan jones terasa lebih baik ataupun sama saja.
Novel ini berhasil menyentil isu politik tentang sebagian kelompok yang menikmati hasil dari suatu negara dengan menggambarkan lewat peternakan yang subur. Meskipun sebenarnya peternakan itu kaya, namun tidak semua menikmati hasilnya. Terutama dalam buku ini digambarkan para babi sebagai hewan terpintar yang menikmati semua fasilitas. Anjing sebagai pelindung para babi juga mendapat jatah makanan yang besar. Sementara hewan-hewan lain seperti sapi, ayam, kuda, angsa meskipun merekalah yang paling bekerja keras tetapi mereka tidak benar-benar menikmati hasil kerja mereka karena habis dimakan oleh babi dan anjing.
Pentingnya pendidikan terutama tentang baca dan tulis agar tidak mudah dibodohi dan dibohongi sangatlah penting. Kalau hanya satu atau dua saja yang bisa dan pintar, maka kekuatan perlawanan hanya sedikit dan mampu dipatahkan dengan sangat mudah. Supaya bisa mencapai kemakmuran yang benar, sangat penting untuk memiliki pendidikan yang baik, memilih pemimpin yang sungguh tulus dan berbudi luhur, serta paham bahwa semua orang setara.

Comments
Post a Comment