Judul buku: Pengantin Setan
Penulis: Fajar Aditya
Penerbit: Elex Media Komputindo
Cetakan Tahun: 2024
Tebal halaman: 185 halaman
Sinopsis buku
Serupa benang yang merajut satu per satu tahap kehidupan, mimpi-mimpi yang menghampiri tidur Echa bermula indah. Kehadirannya semacam pelarian menyenangkan atas kehidupan nyata yang tak sesuai harapan. Namun, Echa tidak menyadari bahwa semua itu berakhir dengan timbulnya teror demi teror yang berasal entah darimana.
Mampukah Echa menghadapi kengerian itu dan mencari tahu apa kaitannya dengan mimpi-mimpi yang menghampiri tidurnya? Kisah-kisah horor apalagi yang mungkin dialami orang lain di luar sana? Mungkin mereka masih mempertahankan kita dari alam lain.
Review Buku
Buku pengantin setan ini adalah buku kumpulan cerpen horor dengan cerita utama berjudul pengantin setan. Ada sekitar 6 episode cerpen yang cukup menyeramkan namun disampaikan dengan bahasa yang sederhana dan cenderung santai. Setiap cerita memang tidak saling berhubungan, namun semua memuat tentang pengalaman horor dan sosok hantu yang mengganggu ketenangan hidup manusia.
Hantu atau setan hidup di alam dimensi yang berbeda dengan kita. Mereka sebetulnya tidak bisa menyakiti kita. Tetapi penampakan mereka yang menyeramkan, acap kali membuat buku kuduk kita merinding kedinginan. Mereka bisa muncul karena dosa besar yang telah kita lakukan, atau memang kita yang memberikan kesempatan bagi mereka untuk hadir. Salah satu cara untuk membuat mereka tidak mengganggu kita adalah beribadah dan mengingat Tuhan sebanyak-banyaknya. Berusaha untuk bertaubat dan menghindari dosa sebisa kita. Mereka juga makhluk namun tidak kasat mata dan hidup di alam berbeda dengan kita.
Terkadang penampakan hantu atau kesurupan setan tidak dapat dijelaskan secara sains, atau ilmu pengetahuan. Banyak orang menganggap pengalaman horor timbul karena menonton film membaca cerita seram atau memang bermental lemah. Tetapi mereka sebenarnya ada. Lantas kalau mereka memang tidak ada, mengapa sampai sekarang cerita penampakan hantu tidak pernah berhenti?

Comments
Post a Comment