Skip to main content

Review Buku : The Lost Library

 


Judul buku: The Lost Library

Penulis: Rebecca Stead dan Wendy Mass

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Cetakan Tahun: 2024

Tebal halaman: 240 halaman

Sinopsis buku

Suatu hari, perpustakaan kecil gratis muncul di kota Martinville. Di dekatnya ada plang bertuliskan: AMBIL BUKU, TINGGALKAN BUKU, ATAU DUA-DUANYA! Evan mengambil dua buku dan mendapati buku-buku di perpustakaan tersebut berasal dari perpustakaan Martinville yang terbakar dia puluh tahun lalu.

Perpustakaan kecil gratis itu ternyata dibuat oleh hantu bernama Al dan dijaga oleh kucing manis bernama Mortimer. Al merupakan asisten pustakawan Perpustakaan Martinville sementara Mortimer dulu tinggal di sana. Setiap kali mengingat kebakaran Perpustakaan Martinville, hati Mortimer selalu berkata itu salahnya. Apa yang sebenarnya terjadi hari itu?

Review Buku

Untuk orang-orang yang mencintai membaca dan perpustakaan, buku ini ibarat surat cinta bahwa ruang baca memiliki makna, misteri dan petualangan seru yang menarik untuk dipecahkan. Novel ini dibuat dengan tiga POV tokoh yang berbeda. Ada Evan, seorang anak kecil yang tertarik memecahkan misteri terbakarnya perpustakaan Martinville 20 tahun silam karena tanpa sengaja menemukan dua buku dari perpustakaan tersebut. Al, seorang penjaga perpustakaan yang memiliki misinya sendiri untuk menebus kesalahan di masa lalu. Hingga tokoh Mortimer, kucing oranye yang mencintai buku dan semakin menambah kelucuan dan unsur fantasi dalam novel ini.

Bab dalam setiap cerita ini cenderung pendek dan judul sengaja disesuaikan dengan POV tokoh yang sedang diceritakan. Meskipun demikian semua tokoh terhubung dengan satu lokasi yang sama. Perpustakaan Martinville. Setiap tokoh memiliki ikatan dengan perpustakaan ini melalui jalan ceritanya masing-masing.

Selain menghadirkan petualangan yang seru, novel ini juga mengangkat tema mendalam tentang persahabatan, penebusan, dan kekuatan literasi. The lost library bukan hanya sekadar novel anak, melainkan sebuah pengajaran lebih bahwa masa lalu kelam bukan untuk ditakuti tetapi untuk dipahami karena dari sana kita bisa menentukan arah masa depan. Buku bukan hanya sekadar benda mati, melainkan jembatan yang menghubungkan masa lalu, masa kini, dan masa depan.


Comments

Popular posts from this blog

Menyikapi Masa Kecil dan Dewasa Lewat Anime Minky Momo

  Love love Minky Momo, cobalah kau dengarkan Love love Minky Momo, yang ada di hatiku Ratu penyihir (penyihir) Dengan rasa berdebar Ada yang menunggu (menunggu) Di seberang jalan itu Berputarlah waktu (berputar) Kisah cerita mimpi Bertemu denganku (bertemu) Aku yang bagaimana Ingin menjadi apa setelah dewasa Ingin menjadi apa tak terbayangkan... Dreaming semoga mimpimu menjadi nyata Love Love Minky Momo Cobalah kau dengarkan Love Love Minky Momo Yang ada di hatiku Gimana? Kalau kamu membaca tulisan tersebut sambil bernyanyi maka kemungkinan besar kamu sudah tua. Magical Princess Minky Momo atau Minky Momo adalah anime Jepang yang bercerita mengenai seorang gadis yang memiliki kemampuan untuk berubah wujud menjadi orang dewasa dengan menggunakan kekuatan sihir. Di Indonesia Minky Momo pernah tayang di stasiun televisi Spacetoon yang sayangnya sekarang sudah berhenti mengudara. Sedikit sinopsis tentang cerita anime ini. Minky Momo adalah putri dari negeri Fenarinarsa, negeri impia...

Pintu Masa Lalu

  Jujur aku kagum dengan kemajuan ilmu pengetahuan yang ditemukan oleh para manusia. Dulu kita harus menggunakan kuda untuk bepergian hingga akhirnya mobil ditemukan. Manusia bermimpi untuk terbang seperti burung, hingga terciptalah pesawat sehingga manusia bisa pergi mengelilingi berbagai belahan dunia. Bahkan sekarang manusia menciptakan sistem sehingga bisa berhubungan jarak jauh, berbagi ilmu dan informasi secara cepat, melalui internet yang bisa dibilang di zaman dulu adalah sebuah kemustahilan. Sesuatu yang awalnya tidak masuk akal, tetapi kini telah menjadi kenyataan. Ada satu penemuan yang masih belum bisa dijangkau oleh nalar manusia. Yakni penemuan untuk bisa menjelajah waktu. Hebat bukan kalau kita bisa melompati lintasan waktu. Menyaksikan peristiwa sejarah secara langsung. Melihat kemajuan teknologi di masa mendatang. Tetapi hal ini masih sangat sulit untuk dilakukan. Kalau seandainya aku bisa memilih, maka aku berharap suatu saat akan ada pintu ajaib untuk bisa perg...

Tips untuk membangkitkan kembali semangat dalam menulis

  Bagi orang yang gemar membaca, menulis merupakan salah satu aktivitas yang menyenangkan. Perlu dicatat bahwa tidak semua orang yang suka membaca, suka juga menulis. Namun seorang penulis pastilah suka membaca, karena menulis membutuhkan pembendaharaan suku kata dan teknik penulisan. Membaca adalah salah satu cara untuk bisa menguasai hal tersebut. Namun seorang penulis sering kali mengalami kebuntuan dalam menulis yang sering disebut dengan istilah writer’s block. Writer’s Block (Kebuntuan menulis) adalah sebuah keadaan ketika penulis merasa kehilangan kemampuan menulis atau tidak menemukan gagasan baru untuk tulisannya. Kelihatannya setiap penulis pernah mengalami writer’s block, sebab segiat apapun kita menulis ada kalanya pikiran kita merasa lelah, jenuh, kosong sehingga tidak dapat memikirkan ide tulisan apapun. Bagi seorang pekerja kreatif, ide jauh lebih berharga dari apapun. Karena dengan sebuah ide, seorang pekerja kreatif bisa membuat karya yang luar biasa. Apalagi jika ...