Judul buku: JIVA Kala Misteri kehidupan Menyapa
Penulis: Fani Mahandri
Penerbit: BIP Gramedia
Cetakan Tahun: 2023
Tebal halaman: 246 halaman
Sinopsis buku
Cahaya terang memancarkan keindahan, menikmati sejuk dalam sejuta warna keelokan alam semesta. Reva Kalista Aurora. Remaja yang bukan lagi gadis kecil, namun belum mencapai usia kematangan seorang wanita. Masa peralihan dan pencarian jati diri dalam realitas dunia nyata.
Dunia yang sejatinya tidak seperti Wonderful Land di masa kanak-kanak. Struktur nilai-nilai yang ditanamkan keluarga, norma sosial, serta idealisme yang dimiliki, tak selamanya bisa diterapkan di sana. Seribu pertanyaan bersenandung di kepala Reva, seperti apakah dunia nyata?
Review Buku
Buku ini bukan hanya sekedar novel remaja pada umumnya. Meskipun di dalam buku ini terdapat beberapa permasalahan remaja seperti cinta pertama, persahabatan, iri hati dan semangat masa muda yang menggebu, makna yang ingin disampaikan buku ini jauh lebih dalam. Jiwa manusia. Buku ini seolah-olah menampar dan menyadarkan kita akan realitas yang terkadang kita lupakan sebagai seorang manusia. Yakni pentingnya kesehatan jiwa.
Tokoh Reva dalam buku ini, seringkali dihadapkan pada permasalahan demi permasalahan yang mengguncang jiwanya. Apabila dia tidak mampu bertahan untuk tetap menjaga mental serta jiwanya mungkin dia bisa terus merasa terpuruk dan memilih untuk mengakhiri hidupnya. Peran orang-orang yang kita cintai dalam menjaga kesehatan jiwa juga sangat terlihat dalam buku ini. Keluarga yang suportif, teman yang baik , suami yang setia, perlahan mampu membuka mata Reva untuk bisa terus bertahan menjalani hidupnya.
Luka. Sebenarnya setiap orang punya luka di dalam dirinya masing-masing. Hanya saja setiap manusia punya cara untuk membuat luka itu tidak terlihat ketika harus berhadapan dengan manusia lainnya. Ketika seseorang itu berada di hadapan orang yang tepat dan dia percaya, maka saat itulah dia akan menceritakan sisi lukanya yang kelam dan sudah lama dia coba tutupi. Menceritakan tentang luka atau masalah mungkin tidak mampu mengubah apa yang telah terjadi. Namun setidaknya dengan melakukan itu, hati kita merasa lebih lega. Kalaupun pada akhirnya kita tidak menemukan orang yang pantas kita percayai, tulislah permasalahan hidupmu dalam sebuah buku diari dan biarkan dirimu sendiri yang membacanya.
Sabar adalah setengah dari keimanan. Sedangkan setengah bagian lainnya adalah syukur. Mensyukuri segala nikmat Tuhan yang kita punya serta bersabar atas segala permasalahan dan kekurangan, mengajarkan kita bahwa kita hanya manusia biasa yang lemah. Bersabarlah atas segala prosesmu yang belum membuahkan hasil itu. Karena Tuhan tidak pernah menzalimi para hamba kesayangannya. Mungkin saja Tuhan ingin memberikan sesuatu yang lebih baik untukmu. Atau dia tengah melindungi mu akan sesuatu yang kau tidak tahu karena dia begitu menyayangimu. Percayalah. Setelah semua ini berakhir, kamu baru bisa menyadari mengapa kamu harus melalui berbagai jalan yang berliku ini.

Comments
Post a Comment