Pengarang: Jeong Moon Jeong
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Cetakan keenam belas: April 2024
Tebal halaman: 205 halaman
Sinopsis buku
Dalam hidup, kita pasti akan berhadapan dengan orang-orang yang bersikap kelewat batas. Mereka menyakiti, mempermalukan, dan mengguncang kepercayaan diri kita. Hal-hal seperti itu kerap sangat sulit diterima. Hubungan antar manusia kerap membutuhkan terlalu banyak usaha. Kita ingin mengatakan apa yang sebenarnya kita rasakan, tetapi tidak melakukannya karena takut orang lain salah paham dan khawatir dianggap egois. Apakah kita bisa memberitahu seseorang, tanpa merasa tidak enak hati, bahwa sikapnya sudah kelewat batas? Tentu saja bisa.
Review Buku
Membaca buku ini saya seolah diajak untuk berintrospeksi terhadap diri sendiri. Tentang cara kita berkomunikasi, menerima pujian dan komentar negatif, dan cara berhadapan dengan orang yang suka ikut campur dengan urusan pribadi kita. Pada dasarnya dalam hidup, kita semua pernah bertemu dengan orang seperti itu. Seseorang yang seolah serba tahu tentang diri kita. Padahal sebenarnya, hanya diri kita sendiri yang paling memahami apa yang kita sukai dan tidak kita sukai.
Kita tidak bisa menyenangkan semua orang. Karena sebaik apapun sikap kita, pasti ada saja orang yang tidak menyukai kita. Lantas bagaimana? Ya biarkan saja. Dalam buku ini kita diajak untuk lebih percaya diri dan tidak sakit hati gara-gara komentar negatif. Kita juga tidak perlu memaksa diri agar diterima oleh orang lain.
Penulis Jeong Moon Jeong mengajak kita untuk bersikap masa bodoh dengan komentar orang. Pada dasarnya kita sendiri yang tahu apa yang terbaik bagi diri kita. Semua komentar itu harus kita pilih mana yang bisa diterima dan mana yang tidak. Jangan merasa sangat sedih dengan luka yang pernah kamu terima dalam hidupmu, sebab semua orang hidup dengan luka diri mereka sendiri.
Tak mungkin membuat semua orang senang bukan hanya sekedar buku motivasi. Melainkan buku yang juga berisi berbagai pengalaman penulis maupun pengalaman orang lain yang pernah mengalami hal menyebalkan dalam hidupnya. Mari kembali bangkit dan percaya kepada kemampuan diri sendiri. Karena kita semua adalah pemeran utama dalam kisah hidup kita masing-masing.
.jpeg)
Comments
Post a Comment