Pernahkah kamu merasa bahwa hidupmu tidak berarti? Seolah-olah kamu tengah melakukan hal yang sia-sia. Apapun yang sedang coba kau kerjakan, dianggap tidak penting. Pendapatmu dihiraukan, dan kamu pun mulai berpikir. Kurasa, kalau aku mati hari ini tidak akan ada yang bersedih.
Cukup! Jangan mulai berpikir seperti itu. Kamu tahu, yang tengah kamu rasakan sekarang hanyalah rasa hampa dalam diri. Kamu tengah diliputi kesepian, tidak bergairah atau kosong. Kamu merasa tidak berarti dan penting bagi siapapun. Padahal nyatanya tidak begitu.
Mungkin, hatimu hanya terlalu merasa. Kamu tidak perlu untuk terlihat baik di depan semua orang. Pasti lelah bukan. Kalau kita harus selalu terlihat sempurna. Kita harus terus bersikap baik, sopan, rapi, rajin dan terlihat anggun. Sampai kamu, melukai dirimu sendiri.
Kamu menolak hal yang sebenarnya sangat kamu sukai, hanya karena takut dicap aneh. Kamu takut, hal yang kamu sukai tersebut membuat kamu dijauhi. Padahal kamu tidak perlu begitu. Seleramu itu unik dan berbeda dan hal itu tidak sepenuhnya salah. Mungkin, kamu hanya belum bertemu orang yang tepat. Yang bisa menghargai semua hal yang kamu sukai.
Pada dasarnya, terkadang memang banyak manusia yang sangat suka ikut campur dalam urusan orang lain. Mereka selalu merasa bahwa mereka orang yang paling penting. Sehingga berhak tahu akan apa yang orang lain kerjakan, meskipun sama sekali tidak berarti di kehidupan mereka. Pernahkah kamu bertemu dengan orang yang menyebalkan? Yang selalu ingin tahu tentang mimpimu, hal yang kamu sukai, atau pemikiranmu. Waspadalah! Bisa saja dia melakukan itu bukan untuk memahami dan berteman denganmu. Namun untuk bisa menjatuhkan kamu. Karena dia sangat iri, tidak bisa menjadi pribadi yang menganggumkan sepertimu.
Lalu bagaimana cara menyingkirkan perasaan hampa dalam diri? Semakin dewasa, pemikiran kita semakin luas. Dulu ketika kita masih kecil, mungkin kita tidak terlalu memahami realita kehidupan. Hanya tahu bermain dan belajar. Namun sekarang kamu mulai dewasa. Pemikiran dan caramu merasa sudah lebih luas dan bijak. Ingatlah, kamu tidak perlu menjadi sempurna. Karena kesempurnaan hanya milik-Nya. Tuhan semesta alam.
Rasa sepi ketika dewasa dikarenakan semua teman-teman kita, sudah menemukan jalan hidupnya masing-masing. Kamu merasa sepi hanya karena kamu belum menemukan hal yang menjadi jalan hidupmu. Peluklah dirimu. Kuatkan hatimu dan bilang “Terima kasih diriku. Kamu sudah mau bertahan sampai hari ini.” Jangan berpikir untuk mengakhiri hidup. Kalau kamu memutuskan berhenti, maka kamu benar-benar akan menjadi seorang pecundang.
Aku menulis tentang ini karena aku juga pernah merasakan hal yang sama. Kesepian akan selalu ada. Bahkan meski kita tengah berada di keramaian. Namun rasa kesepian bisa kita atur. Jangan sampai rasa hampa dalam dirimu, mengatur pribadi dan keputusanmu.
Hanya... diri sendiri, yang tak mampu orang lain dapat mengerti.
Bahkan orang yang paling dekat seperti orangtua, sahabat, saudara, tidak bisa sepenuhnya memahami diri kita. Kamu tahu, orang baru akan benar-benar memahami keadaan kita, jika dia pernah merasakan hal yang sama. Namun tetap, dia bukan kamu. Cara dia dalam menyelesaikan masalah, pasti berbeda denganmu.
Menangislah. Jika memang hal itu bisa membuat hatimu lega. Temukan dan tentukan hal yang benar-benar kamu sukai. Kuatkan hati dan teruslah berjuang. Mudah-mudahan suatu hari nanti. Kamu akan menemukan peranmu di dunia ini.

Comments
Post a Comment