Pinjol (Pinjaman Online) saat ini bukanlah hal yang mengherankan. Iklan Pinjol sering ada di mana-mana. Saat menonton video di YouTube, ketika menggulir laman sosial media, iklan pinjol ketika kita menggunakan aplikasi, dan bisa muncul di pojokkan hal yang sedang kita cari. Belum lagi iklan-iklan ini tampak menggiurkan sekali. Dengan bunga sekian persen saja, syarat yang mudah dan pengajuan yang cepat, membuat beberapa orang menjadikan Pinjol sebagai alternatif meminjam uang ketika sedang diperlukan. Namun ketahuilah jeratan Pinjol ini menakutkan. Bahkan bukan hanya bagi si peminjam, namun juga orang-orang yang memiliki hubungan dengan si peminjam uang.
Belakangan ini muncul berita mengenai penggunaan Pinjol untuk pembayaran kuliah. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) kita Muhadjir Effendy, mendukung mahasiswa memanfaatkan pinjaman online (pinjol) untuk membayar uang kuliah tunggal (UKT) jika kesulitan ekonomi.
Beliau menilai penggunaan Pinjol tidak membahayakan selama Pinjol yang digunakan resmi. Pengajuan pinjol yang mudah dan cepat dinilai efektif untuk mahasiswa. Apalagi syarat untuk mengajukan pinjaman online sangat mudah. Cukup punya KTP, memiliki nomor ponsel, smartphone, dan cukup umur. Padahal sebenarnya penggunaan Pinjol ini sangat tidak efektif apalagi untuk mahasiswa.
Seorang mahasiswa yang tengah menempuh pendidikan, tidak mungkin bisa membayar cicilan pinjaman online beserta bunganya. Sudah banyak kasus orang yang tidak sanggup membayar Pinjol dan berakhir buruk. Kehidupan bisa menjadi hancur dan serasa diteror apabila kita tidak bisa melunasi pinjaman online tersebut.
Ada banyak cara lain bagi para mahasiswa yang terkendala masalah ekonomi, agar bisa membayar UKT Kuliah. Yakni:
1. Bekerja Freelance
Sebagai mahasiswa kita dituntut untuk bisa kreatif dan mencari solusi atas permasalahan kita sendiri. Agar orangtua tidak terlalu terbebani dengan uang kuliah kita, hendaknya kita bisa mencari tambahan penghasilan lain. Seperti menjual barang-barang alat tulis, membuka jasa fotocopy kecil-kecilan, membuka jasa print makalah, menjual cemilan, ngojek dan masih banyak sekali pekerjaan lainnya. Setidaknya meskipun sedikit, tambahan ini bisa bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan bagi kalian para mahasiswa. Kalian pun dapat belajar untuk mencari uang sendiri.
2. Mencari Informasi Beasiswa
Mahasiswa dituntut untuk rajin mencari informasi dan memperluas relasi. Apabila terkendala masalah biaya, carilah berbagai informasi mengenai penerimaan beasiswa. Kumpulkan syarat-syarat yang diperlukan. Kemudian, perluas relasi pergaulan kamu. Misalnya kamu bisa mengikuti berbagai organisasi, forum, dan komunitas agar kamu mendapat banyak informasi yang tidak bisa kamu dapatkan dari dosen. Dengan memperluas relasi bukan hanya bermanfaat ketika kamu kuliah saja, namun juga berguna ketika kamu lulus nanti. Relasi yang luas akan memudahkan kamu dalam mencari pekerjaan nantinya setelah lulus dari perguruan tinggi.
3. Mulai hidup hemat dan menabung
Hemat pangkal kaya. Peribahasa ini bukanlah bohong semata. Kamu bisa menyisihkan uang sakumu dan membeli berbagai hal yang memang diperlukan saja. Atau kamu bisa memilih dan mengganti kebutuhan yang biasa kamu beli dengan alternatif lain yang harganya lebih murah, namun tetap memiliki kualitas yang sama. Misalnya sabun, sampo, pasta gigi, handbody, atau sabun cuci piring. Kamu juga bisa memanfaatkan diskon-diskon yang ada dan mulai belajar untuk hidup hemat.
Misalnya membawa bekal ke kampus agar tidak sering jajan. Berjalan kaki ke kampus. Memanfaatkan kertas bekas untuk mencatat materi dan mulai menyisihkan uang untuk menabung. Kuatkanlah tekadmu untuk tidak mengambil uang yang sudah sengaja kamu sisihkan.
4. Berhenti Kuliah
Ini adalah bagian yang menyedihkan. Namun jika semua sudah dilakukan, tetap tidak membuahkan hasil mungkin berhenti kuliah adalah solusi yang terbaik. Ketahuilah, ada banyak jalan kesuksesan lain yang menunggu meskipun kamu bukan lulusan perguruan tinggi. Selama kamu memiliki kreativitas, sikap rajin, ramah dan sopan kesuksesan akan selalu ada untukmu.
Itulah beberapa alternatif lain untuk membayar uang kuliah. Janganlah bersedih atas keadaan keluargamu saat ini. Apabila kamu sedang berjuang untuk lulus kuliah, maka perjuangkan impianmu itu. Buat kamu yang tidak punya kesempatan untuk kuliah, janganlah bersedih. Masih ada banyak jalan lain menuju kesuksesan meskipun kamu tidak punya kesempatan untuk berkuliah seperti yang lain.

Comments
Post a Comment