Pada dasarnya setiap orang pernah merasakan kehilangan. Rasa kehilangan menimbulkan kerinduan sebab kita kembali terkenang akan kebahagiaan yang pernah hadir di kehidupan kita. Kehilangan benda, nikmat dan orang terkasih bisa menimbulkan kerinduan tergantung dari seberapa besar rasa cinta kita.
Cinta menimbulkan kasih sayang dan termasuk salah satu bentuk kebahagiaan. Ketika jatuh cinta, maka kita secara otomatis berjuang untuk mempertahankan kebahagiaan itu agar tetap ada disisi kita. Namun ada hal-hal yang ada diluar kuasa seorang manusia. Perihal takdir. Masih menjadi suatu misteri dan rahasia yang tidak mampu dijangkau oleh nalar manusia. Buktinya, ada orang yang sudah belajar keras namun tidak pintar juga. Bekerja tanpa mengenal waktu namun masih berada diantara garis kemiskinan. Memang kita ini hanyalah makhluk ciptaannya dan kemampuan diri kita terbatas. Tetapi jangan jadikan itu alasan untuk kita bermalas-malasan dan tidak berniat untuk mengubah takdir.
Mengenai rindu, wajar bagi seseorang untuk bersedih. Apalagi apabila seseorang itu baru saja kehilangan orang yang dia cintai. Berbeda dengan rasa kehilangan barang berharga, kehilangan orang yang dicintai jauh lebih menyakitkan apalagi jika kita tidak bisa bertemu dengan dia lagi untuk selamanya. Ada yang bisa depresi bahkan bunuh diri karena perasaan cinta kepadanya begitu besar. Oleh karena itu, janganlah terlalu mencintai seseorang jika kamu tidak bersiap untuk merasakan kerinduan mendalam saat dia telah pergi.
Tidak ada yang abadi di dunia ini. Maka janganlah kamu terlalu jatuh cinta kepada sesuatu. Agar kamu selalu paham, bahwa segala nikmat yang tengah kamu nikmati hanyalah titipan. Ketika nikmat itu hilang, ikhlaskan hatimu. Lapangkan hari agar kamu kelak bisa menikmati nikmat yang lain. Mungkin karena nikmat itu, kamu menjadi lalai dan melupakan sang kuasa. Mungkin dengan begini, kamu bisa lebih dekat dengan kebahagiaan dan kebaikan yang lain. Yang sudah dia rencanakan untukmu.
Tulus dalam mencintai berbeda dengan mencintai sepenuh hati. Tulus meninggalkan rasa sayang dan cinta, tetapi sudah ikhlas apabila suatu saat hal tersayang itu harus pergi. Percayalah. Bahwa kita para manusia hanya bisa menerka, tetapi Tuhan lebih tahu jalan skenario hidup kita.

Comments
Post a Comment