Sebagai seorang penikmat film, bagi saya pribadi menonton film animasi memberikan kesan tersendiri. Sebab sebuah film animasi sebenarnya hanya rekaan yang dibuat. Dunia dalam film animasi tidaklah nyata, namun terkesan seperti benar-benar ada. Contohnya film Cars, finding nemo, Doraemon, Spongebob, Hamtaro dan masih banyak lagi. Film animasi memberikan kenangan dan memori indah semasa kecil. Film animasi juga dijadikan metode belajar yang menyenangkan. Karena itu banyak guru-guru yang menjadikan tontonan film animasi mendidik, agar anak-anak tertarik untuk belajar.
Namun perlu dicatat bahwa tidak semua animasi ditujukan untuk anak-anak. Salah satunya adalah film yang akan saya bahas yakni film Inside Out 2. Film Inside Out 2 garapan studio Disney ini adalah sekuel dari film Inside Out 1 yang telah tayang di tahun 2015. Menceritakan kembali tentang kehidupan karakter Riley Andersen yang sudah memasuki masa remaja dengan kemunculan emosi baru dalam dirinya. Sekuel Inside Out ini menampilkan karakter emosi baru yang terdiri atas Embarrassment, Anxiety, Envy, dan Ennui. Ragam emosi yang kompleks tersebut mempengaruhi kehidupan Riley.
Sebelumnya karakter emosi yang sudah ada dalam diri Riley adalah Joy, Sadness, Fear, Disgust, dan Anger. Kemunculan para emosi baru membuat para emosi lama tersingkir. Riley kembali mengalami masalah emosi kompleks dalam kehidupannya. Saat menyaksikan film ini saya merasa dekat dengan keadaan di dalam film, karena dalam film Inside Out 2 ini tema yang diangkat lebih kuat, berani dan dewasa. Sangat cocok ditonton oleh para remaja karena memang para remaja lebih cenderung emosional dibandingkan orang dewasa.
Masa remaja adalah masa-masa di mana kita tengah harus belajar mengambil keputusan dalam hidup, belajar berteman, memilih hal yang disukai dan tidak disukai, dan menentukan jati diri. Sehingga dalam film ini tidak mengherankan bahwa emosi yang digambarkan paling dominan adalah anxiety (kecemasan). Sebab situasi tidak menentu yang tengah dialami saat fase remaja, sering membuat kita merasa cemas akan apapun.
Salah satu bagian film yang saya suka ketika menonton film ini adalah saat emosi Joy (kegirangan) merasa menyerah untuk menghentikan Anxiety (kecemasan).
“Aku rasa aku tidak bisa menghentikan kecemasan. Mungkin kita tidak bisa. Mungkin inilah yang kita alami saat kita dewasa. Kita merasa kurang bahagia,” (Joy)
Ketika mendengar dialog tersebut, saya merasa kalimat itu benar adanya. Ketika kita beranjak dewasa, kita terlalu sibuk dengan hidup kita. Kita juga terlalu takut akan masa depan dan keputusan yang akan kita ambil. Sehingga kita tidak mampu menghargai hal-hal sederhana yang telah terjadi. Kita menjadi kurang bersyukur dan kurang bahagia.
Inside Out 2 berhasil mendobrak dan menaikkan kembali citra Disney yang sempat tenggelam beberapa waktu lalu. Perlu dicatat bahwa meskipun film Inside Out 2 ini adalah film animasi, namun film ini rasanya tidak cocok untuk ditonton oleh anak-anak yang masih dibawah umur karena tema yang diangkat cenderung berat. Film ini cenderung cocok ditonton oleh remaja dan orang dewasa.
Semoga banyak lagi hadir film animasi yang berkesan, mendidik sekaligus menghibur di masa mendatang.

Eh kak jujur untuk film Inside Out 1 aku masih bingung ama endingnya eh udah ada yg kedua. kudu nonton ulang yg pertama baru nonton yg kedua biar refresh ingatan ceritanya gimana.
ReplyDeleteKalau inside out 1 lebih fokus ke keluarga kak, untuk inside out 2 lebih ke persahabatan
DeleteEh, udah nonton aja kak. Akunonton yang pertama ga ngerti. Apa coba nonton yang kedua ya?
ReplyDeleteIya kak. Sebenarnya baik inside out 1 atau 2 sama-sama fokus ke emosi di otak kita. Cuma inside out 2 ini lebih berani idenya.
DeleteAku belum nonton inside out 2.. jadi penasaran sama jalan ceritanya aku mau coba cari ah filmnya. Btw kadang setelah nonton animasi seperti ini kebayang-bayang juga kalau bener terjadi di dunia nyata hehe
ReplyDeleteIya kak. Jadi kebayang di otak kita, emosi lagi pada berantem.
Deleteiniii yang mau aku tonton di bioskop huhu, tapi belum ada waktu
ReplyDeleteGpp kak. Biasanya nanti juga bakal tayang di streaming kok.
Delete