Judul buku: Seni Menanti Cinta
Pengarang: Siti Makkiah
Penerbit: Mojok
Cetakan Pertama: Februari 2024
Tebal halaman: 125 halaman
Sinopsis buku
Menanti cinta berjuta rasanya. Tak ada proses yang sama dalam urusan penantian. Maka, jangan bandingkan perjalanan penantian kita dengan orang lain. Ada yang hanya sebentar menanti, tetapi dia berhasil menemukan apa yang dia cari. Ada yang harus menunggu cinta hingga nyaris putus asa. Ada pula yang akhirnya bertemu seseorang tetapi rupanya belum tepat. Buku seni menanti cinta ini, mengajakmu untuk mempersiapkan banyak hal dalam proses menanti pasangan supaya kamu tahu siapa yang tepat untukmu.
Review buku
Buku ini memiliki bahasa yang sederhana dan cocok dibaca disaat santai. Setiap bab dalam buku ini cenderung pendek dan bisa dibaca tidak berurutan tergantung apa yang sedang kamu rasakan.
Seni menanti cinta memberikan berbagai nasihat, pengingat, dan pengalaman penulis sendiri bahwa cinta setiap orang tidak datang di waktu yang sama. Ada orang yang cepat menemukan cintanya, ada pula yang harus melalui berbagai proses sebelum bertemu dengan orang yang dia cintai. Buku ini juga memuat nasihat pernikahan yakni pernikahan bukanlah akhir dari menemukan cinta. Tetapi sebuah jembatan dan rentetan peristiwa baru yang akan kita alami bersama pasangan kita. Kehidupan pernikahan tidak selalu baik dan romantis. Sebab ujian hidup selalu ada dan sebagai pasangan alangkah baiknya kita belajar bahwa kita harus menghadapi segala permasalahan bersama-sama.
Buku ini sepertinya lebih cocok untuk dibaca oleh perempuan. Selain karena buku ini ditulis oleh penulis perempuan, nasihat yang disampaikan lebih cocok dan melekat kepada kaum perempuan dibandingkan laki-laki. Seperti tentang perasaan seorang ayah kepada putrinya, perasaan perempuan ketika ditinggalkan oleh lelaki yang pernah dia cintai, dan sebab mengapa bisa tumbuh cinta. Seorang perempuan lebih perasa dibandingkan seorang laki-laki karena hati seorang perempuan itu lembut. Sekuat apapun seorang perempuan akan tetap luluh di hadapan laki-laki yang dia cintai.
Pesan yang aku dapatkan setelah membaca buku ini, tidak apa-apa kalau masa penantianku lebih lama daripada yang lain. Aku menghabiskan waktuku dengan cara belajar, bekerja, berdoa, dan melakukan kebaikan sebisaku. Aku tahu bahwa Tuhan akan mengabulkan doaku di waktu yang tepat menurutnya. Walaupun aku kadang merasa sedih, iri ataupun takut, aku yakin bahwa Tuhan lebih tahu apa yang lebih baik bagiku. Semoga setelah penantian ini, aku bisa memetik hikmah ketika nanti aku sudah dipertemukan dengan pasangan hidupku.
.jpeg)
Wah keren nih bukunya, saya paling suka bagian "pernikahan bukanlah akhir dari menemukan cinta....".
ReplyDeleteDari membaca tulisan kaka, saya jadi tersadar bahwa pada dasarnya buku apapun yang kita baca ujungnya kita seharusnya akan semakin mengenal Tuhan, semakin dekat dengan Nya.
Terima kasih kak, tulisan kaka sangat inspiratif dan saya dapat insight baru. :-)
Terima kasih sudah mampir
DeleteBagus nih kak kalimat di penutupnya. Semangat terus menulis ya kak
ReplyDeleteTerima kasih sudah mampir
DeleteDari reviewnya, jadi pingin baca bukunya juga Kak!
ReplyDeletewaah jadi inget jaman single. carinya buku2 begini. bagus banget buku seni menanti cinta ini dibaca oleh yang sedang menanti jodoh, biar tetap optimis dan tidak galau
ReplyDeleteYup, daripada galau lebih baik mempersiapkan diri dan menata emosi
Delete