Halo diriku. Perkenalkan aku adalah dirimu di masa lalu. Apakah kamu sekarang baik-baik saja? Jika tidak, tolong maafkan aku. Mungkin dirimu yang sekarang berbeda dengan harapanku di masa lalu. Aku... Minta maaf. Kalau aku banyak melakukan kesalahan, keburukan yang berujung penyesalan. Aku minta maaf kalau sekarang kamu menghadapi banyak kesulitan.
Aku ingin mengabarkan bahwa sebenarnya aku sekarang masih terus berjuang. Mencari jati diri. Menekuni hobi. Belajar menjadi gadis cantik dan baik hati. Walaupun mungkin aku tahu bahwa nanti pasti ada saja orang yang tidak menyukai kita. Diriku di masa depan, aku harap kamu tidak menaruh dendam padaku. Aku di sini sedang berusaha. Namun mungkin kamulah yang merasakan akibat dari usaha yang kulakukan sekarang. Diriku, aku ingin kamu ingat kembali. Bahwa pada dasarnya manusia memang selalu begitu. Meski banyak orang yang membencimu, selalu ingatlah. Masih ada banyak orang yang bersyukur atas kehadiranmu.
Diriku, aku harap kamu tidak marah atas keputusanku di masa lalu. Aku memilih dia karena aku yakin bahwa dialah yang paling pantas untuk menjadi pemimpin kita. Ayah bagi anak-anak kita. Aku tahu dia mungkin sekarang membuatmu kecewa, namun jangan salahkan aku. Pada dasarnya memang gesekan-gesekan kecil dalam rumah tangga itu pasti terjadi. Itulah isi dari buku pernikahan yang sudah kita baca dan aku harap kamu akan selalu ingat.
Diriku, apa kamu sekarang sudah bahagia? Aku berharap kamu menjawab iya. Kamu tahu, aku sekarang sedang berjuang keras agar kita tidak merasakan kesedihan seperti ini lagi. Apakah kamu rindu mama dan ayah? Tenang saja. Aku di sini menjaga mereka dengan baik. Aku mencoba untuk menjadi gadis yang baik. Aku juga banyak mengambil foto mereka. Agar setidaknya kamu masih bisa melihat wajah mereka meskipun hanya dalam foto. Jangan terus menangis. Pada dasarnya memang kita semua akan kembali. Kita ini hanya manusia dan tidak mungkin bisa hidup selamanya di dunia yang fana ini.
Apakah kamu bosan diriku? Bosan harus terus menerus kuat menghadapi tantangan hidup yang semakin berat. Sesekali coba istirahat sejenak. Walaupun raga dan pikiran ini lelah, kamu harus ingat bahwa kita ini kuat. Buktinya, meskipun kita menghadapi berbagai kekecewaan, kesedihan, hilang harapan, kita masih bisa hidup hingga sekarang. Percayalah, kamu itu kuat.
Sampai jumpa lagi diriku. Terima kasih karena sudah mau bertahan sampai sekarang dan bersedia membaca secarik surat kecil ini. Aku berharap, kamu bisa selalu menemukan kebahagiaan.

Comments
Post a Comment