Judul buku: Sweetest Pain
Penulis: Jjea Mayang
Penerbit: Sinar Kejora
Cetakan pertama : Februari 2014
Tebal halaman: 280 halaman
Sinopsis buku
Di dalam sebuah hubungan cinta, akan ada yang namanya pilihan. Memilih atau dipilih, mencintai atau dicintai, mengkhianati atau dikhianati, mengalah atau bertahan. Tampak sederhana, namun sulit untuk dijalani. Benar, sama halnya dengan kondisi hubungan percintaan ketiga orang ini. Hiu Hwi, Kyu Hyun dan Ji Hye.
Kyu Hyun yang merupakan kekasih Hiu Hwi, akhirnya berpaling pada Ji Hye yang notabene adalah adik Hiu Hwi sendiri. Kyu Hyun yang selalu dipusingkan dengan sikap Hiu Hwi yang menjengkelkan, akhirnya tak mampu menghindari kehadiran dan kehangatan perhatian Ji Hye . Hingga pada suatu saat, sang kakak mengetahui semuanya. Bahkan Kyu Hyun dan Ji Hye bertunangan tanpa kehadirannya. Kejam? Tidak, karena memang sebenarnya Hiu Hwi lah yang membuat kedua orang itu saling jatuh cinta.
Perlahan namun pasti, rahasia besar yang disimpan Hiu Hwi mulai terbongkar. Max Shim, Aiden Lee, dia nama pria yang selalu menjadi penolong bagi Hiu Hwi di saat sulit. Dan puncaknya ketika keadaan sang adik, Lee Ji Hye berada di titik paling lemah dalam hidupnya dan semua bergantung pada Hiu Hwi. Apakah yang akan Hiu Hwi pilih? Menolong Ji Hye dengan menekan semua rasa benci, iri dan semua rasa buruk yang ia rasakan selama ini dan kembali mengorbankan kehidupannya untuk lagi-lagi mengalah?
Di saat semuanya semakin memanas, konflik percintaan mereka pun semakin rumit. Di mana Hiu Hwi harus berkata jujur kepada dirinya sendiri bahwa ia masih sangat mencintai Kyu Hyun, dan seolah pria itu pun seolah masih merasakan hal yang sama padanya. Lalu bagaimana dengan Aiden yang ternyata diam-diam juga menyukai Hiu Hwi? Bagaimana dengan perasaan Ji Hye? Max? Apakah akan ada penyesalan besar saat semua rahasia besar itu terbongkar?
Review buku
Buku ini adalah buku romantis dengan alur cerita yang menarik, tidak terburu-buru dan menegangkan. Tentang kenyataan yang disembunyikan, pengorbanan dan kesepian. Melalui buku ini, kita bisa belajar bahwa tidak semua orang yang bersikap dingin memedulikan dirinya sendiri. Bisa jadi dia justru yang paling berkorban demi kebahagiaan orang lain.
Cinta adalah perasaan yang rumit dan kuat. Dengan adanya cinta, manusia akan merasa dihargai, dihormati, dan lebih bersemangat dalam menjalani kehidupan. Tetapi cinta yang mengekang justru harus dilepaskan karena lama kelamaan kita justru akan kehilangan diri kita sendiri. Cinta yang sehat adalah ketika sepasang manusia saling menghargai perbedaan satu sama lain. Tidak mementingkan ego, saling menerima kekurangan dan juga saling memperbaiki diri setiap hari.
Terkadang kita juga sangat sulit untuk melepas orang yang kita cintai namun hal itu harus kita lakukan terutama jika dia tidak pernah mencintai kita. Mungkin kita terluka, tetapi justru akan lebih bijaksana melepaskan daripada mempertahankan cinta sepihak yang akan menyakiti orang lain.

Bikin penasaran parah sama karakter Hiu Hwi. Emang biasanya karakter yang kelihatan dingin atau menyebalkan tuh pas dibongkar rahasianya malah yang paling banyak berkorban.
ReplyDeletePesan di akhir pas banget, adem dibacanya. Setuju banget kalau melepaskan itu kadang bukan kalah, tapi cara terbaik buat menghargai diri sendiri.
Iya benar kadang orang yang bersikap dingin bukan berarti sombong. Bisa jadi itu cara dia untuk melindungi dirinya sendiri
Delete