Skip to main content

Review Buku : Lelaki-lelaki Tanpa Perempuan

 


 Judul buku: Lelaki-lelaki tanpa Perempuan

Pengarang: Haruki Murakami

Penerbit: Kepustakaan Populer Gramedia

Cetakan Kedelapan : Januari 2025

Tebal halaman: 262 halaman

Sinopsis buku

Mungkinkah kita mampu memahami orang lain sepenuhnya seberapa dalam pun kita mencintai orang itu?

Haruki Murakami menjelajahi berbagai selip dan selisih yang mungkin terjadi dalam hubungan laki-laki dan perempuan melalui tujuh cerita dalam buku ini. Kita bisa bercermin lewat berbagai tokoh dalam beragam usia: siswi SMA; mahasiswa yang baru mulai kuliah; dokter bedah plastik; aktor; batender, dan mereka yang sudah lewat usia tiga puluh tahun maupun memasuki usia paruh baya.

Yang unik, para laki-laki dalam kumpulan cerpen lelaki-lelaki tanpa perempuan tidak sepenuhnya tanpa perempuan. Hampir semua justru punya pasangan atau kekasih, bahkan istri. Namun sebenarnya siapa dan bagaimana yang disebut dengan “lelaki-lelaki tanpa perempuan ini?”

Review Buku

Tujuh cerita pendek dalam buku ini, mampu membawa kita mengerti lebih dalam tentang perasaan laki-laki terhadap perempuan. Sebenarnya lelaki-lelaki yang diceritakan dalam buku ini tidak sepenuhnya hidup tanpa perempuan. Rata-rata mereka memiliki satu kisah tentang seorang perempuan yang pernah mengisi relung hatinya. Namun ketika perempuan tersebut pergi, para lelaki ini seolah tidak mampu melepaskan diri dari bayangan sang perempuan karena perasaan cinta yang terlanjur begitu dalam.

Wanita dinilai mampu mengungkapkan emosinya secara verbal atau dengan kata-kata. Sedangkan pria cenderung memilih memendam emosinya. Ada wanita yang memerlukan pengakuan dan ucapan sayang dari pasangannya agar bisa yakin kalau pasangannya benar-benar mencintainya. Namun para pria justru lebih suka diam dan menunjukkan cinta dengan perbuatan dan pembuktian. Sayangnya hal ini yang kadang membuat miskomunikasi sehingga hubungan menjadi tidak mesra bahkan cenderung datar tanpa rasa.

Setiap cerita ditulis dengan cara yang misterius sehingga pembaca terdorong untuk membaca keseluruhan cerita hanya untuk menyadari akhir ceritanya. Bab terakhir merangkum seperti apa “pria tanpa wanita” dengan menggunakan metafora tentang perasaan pria kesepian. Menurut karakter laki-laki di chapter terakhir, “kehilangan satu wanita berarti kehilangan semua wanita.” Seolah wanita pertama yang singgah dalam hati seorang lelaki, selalu punya kesan mendalam dan kuat dibandingkan wanita-wanita selanjutnya yang akan hadir di kehidupannya.

Seberapa dalam pun kita mencintai seseorang, akan ada satu sisi yang tidak mampu kita pahami dari dirinya. Satu sisi, yang sengaja dia sembunyikan untuk mempertahankan pribadi dirinya sendiri agar tidak terpengaruh oleh dunia. Pada dasarnya, kita sebagai pasangan tidak akan pernah mampu memahami pasangan kita seutuhnya. Namun kita bisa membantu melengkapi hal-hal dari dirinya dan diri kita sendiri supaya kehidupan yang akan kita jalani bersama, bisa menjadi lebih bermakna.


Comments

Popular posts from this blog

Menyikapi Masa Kecil dan Dewasa Lewat Anime Minky Momo

  Love love Minky Momo, cobalah kau dengarkan Love love Minky Momo, yang ada di hatiku Ratu penyihir (penyihir) Dengan rasa berdebar Ada yang menunggu (menunggu) Di seberang jalan itu Berputarlah waktu (berputar) Kisah cerita mimpi Bertemu denganku (bertemu) Aku yang bagaimana Ingin menjadi apa setelah dewasa Ingin menjadi apa tak terbayangkan... Dreaming semoga mimpimu menjadi nyata Love Love Minky Momo Cobalah kau dengarkan Love Love Minky Momo Yang ada di hatiku Gimana? Kalau kamu membaca tulisan tersebut sambil bernyanyi maka kemungkinan besar kamu sudah tua. Magical Princess Minky Momo atau Minky Momo adalah anime Jepang yang bercerita mengenai seorang gadis yang memiliki kemampuan untuk berubah wujud menjadi orang dewasa dengan menggunakan kekuatan sihir. Di Indonesia Minky Momo pernah tayang di stasiun televisi Spacetoon yang sayangnya sekarang sudah berhenti mengudara. Sedikit sinopsis tentang cerita anime ini. Minky Momo adalah putri dari negeri Fenarinarsa, negeri impia...

Pintu Masa Lalu

  Jujur aku kagum dengan kemajuan ilmu pengetahuan yang ditemukan oleh para manusia. Dulu kita harus menggunakan kuda untuk bepergian hingga akhirnya mobil ditemukan. Manusia bermimpi untuk terbang seperti burung, hingga terciptalah pesawat sehingga manusia bisa pergi mengelilingi berbagai belahan dunia. Bahkan sekarang manusia menciptakan sistem sehingga bisa berhubungan jarak jauh, berbagi ilmu dan informasi secara cepat, melalui internet yang bisa dibilang di zaman dulu adalah sebuah kemustahilan. Sesuatu yang awalnya tidak masuk akal, tetapi kini telah menjadi kenyataan. Ada satu penemuan yang masih belum bisa dijangkau oleh nalar manusia. Yakni penemuan untuk bisa menjelajah waktu. Hebat bukan kalau kita bisa melompati lintasan waktu. Menyaksikan peristiwa sejarah secara langsung. Melihat kemajuan teknologi di masa mendatang. Tetapi hal ini masih sangat sulit untuk dilakukan. Kalau seandainya aku bisa memilih, maka aku berharap suatu saat akan ada pintu ajaib untuk bisa perg...

Review Buku: Seorang Wanita yang Ingin Menjadi Pohon Semangka di Kehidupan Berikutnya

  Judul buku : Seorang Wanita yang Ingin Menjadi Pohon Semangka di Kehidupan Berikutnya Penulis : dr. Andreas Kurniawan, Sp.K Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Cetakan Pertama : Februari 2025 Tebal halaman : 205 halaman Sinopsis buku Jawab dengan cepat. Seandainya terlahir kembali di kehidupan berikutnya, kamu ingin menjadi apa? Berikut beberapa jawaban unik yang pernah kudengar baik dalam ruang praktik maupun ketika ngobrol santai dengan teman-teman: ”Aku ingin menjadi ubur-ubur, melayang bebas tanpa tekanan atasan dan ekspektasi sosial.” “Aku ingin menjadi pohon pinus, karena tinggi dan keren.” “Aku ingin menjadi ikan mas koki. Katanya memorinya Cuma bertahan lima detik, jadi aku tidak akan overthinking.” Suatu hari, seorang pasien perempuan mengatakan bahwa ia ingin terlahir kembali menjadi bunga matahari. Terdengar sangat indah, ya? Tapi, di sesi berikutnya, dia merevisi pendapatnya. “Aku ingin menjadi pohon semangka di kehidupan berikutnya.” Kehidupan seperti apa yang dia...